Bidang Sosial Budaya

Ketersediaan sumberdaya manusia yang berkualitas, cerdas, tangguh dan sehat akan berpengaruh pada peningkatan kualitas dan kapasitas masyarakat. Kondisi pertumbuhan masyarakat yang menghargai kearifan lokal dalam proses perencanaan pembangunan menjadi kekuatan penyeimbang bagi kesejahteraan masyarakat.

Pendidikan.

Pembangunan pendidikan di provinsi Maluku secara esensial telah menunjukan perubahan dan perbaikan yang cukup mengembirakan yang bertumpu pada tiga fokus utama diantaranya, perluasan akses kejangkauan layanan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan serta manajemen tata kelola pendidikan. Ini ditunjukan dengan memposisikan Maluku pada kinerja pelayanan pendidikan yang baik diatas rata-rata nasional yang ditandai dengan capaian APK (Angka Partisipasi Kasar) PAUD sebesar 47,69 persen, APK SD sebesar 114,99 persen, APM (Angka Partisipasi Murni) SD sebesar 94,66 persen, APK SMP sebesr 98,57 persen, dan APM SMP sebesr 92,07 perses, APK SMA/SMK sebesar 94,53 persen dan APM SMA/SMK sebesar84,81 persen.

Dengan tingkat pembangunan pendidikan yang terus maju pada prinsipnya harus berkorelasi dengan tingkat pendidikan masyarakat di negeri-negeri yang pada akhirnya berdampak pada mutu dari suberdaya manusia yang tersedia dalam menjawab kebutuhan dan tantangan pembangunan.

Gambar klasifikasi pendidikan masyarakat Negeri Laha terdiri dari jenjang PAUD/TK sebanyak 219 orang (5%), SD sebanyak 2.412 orang (55%), SMP sebanyak 526 orang (12%), SMU/SMK sebanyak 570 anggota (13%), Diploma sebanyak 307 orang (7%), S1 sebanyak 87 orang (2 %), S2 sebanyak 8 orang (0,2%) lain-lain 258 orang (0,7 %). Dari klasifikasi pendidikan tersebut ternyata rata-rata tingkat pendidikan masyarakat Negeri Laha hanya pada jenjang Sekolah Dasar (lihat tabel II. 5).

Tabel II.5 ; Kualifikasi Pendidikan Masyarakat Negeri Laha Tahun 2015

NoJenis Pendidikan Jumlah
1PAUD/TK219
2Sekolah Dasar/Sederajat2.412
3SMP526
4SMU/SMK570
5Diploma (D II dan D III)307
6Sarjana (S1)87
7Magister (S2)8
8Lain - lain258

Sumber; Pemerintah Negeri Laha

Fasilitas pendidikan yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar di Negeri Laha terdiri dari 1 unit bangunan TK dan 2 unit Sekolah Dasar.

Kesehatan

Membaiknya pelayanan kesehatan yang didukung dengan ketersediaan fasilitasnya sangat membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Hal ini terjadi karena semakin sadarnya masyarakat untuk memberlakukan pola hidup bersih dan sehat, selain dukungan pelayanan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Ambon melalui Puskesmas bersama jejaringnya.

Kasus-kasus penyakit yang dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) tidak ditemui yang berakibat buruk bagi gangguan kesehatan masyarakat, namun harus diakui beberapa kasus penyakit menular apalagi saat musim hujan atau musim buah-buahan sepanjang tahun 2014 terdata, seperti malaria 20 orang, gangguan saluran pernapasan berupa Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) 35 orang. Untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat telah tersedia 1 orang tenaga medis, 3 orang tenaga para medis, 2 orang bidan, 10 orang kader Posyandu, ditunjang dengan infastruktur berupa 1 unit Pustu, 1 Posyandu Balita dan 1 Posyandu Lansia.

Agama

Penduduk Negeri Laha merupakan pemeluk agama Islam yang sangat religius dengan memiliki spiritualitas sangat baik. Hal ini ditunjukkan sikap dan perilaku masyarakat negeri Laha dalam kehidupan sehari-hari yang ditunjukkan dengan kesetiaan dan ketaatnya dalam setiap pelayanan dan kesaksian. Untuk menunjang proses pelayanan dan kesaksian di masyarakat agar terpelihara dengan baik, selain dilakukan oleh para pelayan juga terdapat lembaga-lembaga keagamaan yakni TPQ Laki-Laki dan Perempuan, Remaja Masjid, Kelompok Pengajian ibu- ibu . Fasilitas peribadatan yang tersedia di Laha adalah 5 unit Masjid , 1 unit Mushola, 2 Unit Gereja .

Lembaga Kemasyarakatan

Pembagian peran dalam pembinaan dan pemberdayaan masyarakat harus dilakukan bersama antara Pemerintah Negeri Laha dan organisasi-organisasi kemasyarakat yang ada. Negeri Laha terdapat beberapa lembaga kemasyrakatan antara lain:

  1. Tim Pengerak PKK,
  2. Organisasi Pemuda
  3. Posyandu
  4. Kelompok Nelayan.

Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untukmemenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akss terhadap pendidikan dan pekerjaan.

Berdasarkan data World Bank, perumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada tahun 2014 talah mengurangi agka kemiskina menjadi 11,3% jika dibandingkan dengan tahun 1999 yang 24%. Tetapi penurunan angka kemiskinan dalam dua tahun terkahir sangat lambat dan angka kemiskinan turun hanya sebesar 0,7% tiap tahun.

Realita menujukkan bahwa NegeriLaha sampai dengan tahun 2014, masih terdapat 330 KK Rumah Tangga Sasaran (RTS) atau 30 % dari jumlah KK. Di Negeri Laha masih ditemui anggota masyarakat yang sebagai penyandang masalah social yang rentan terhadap kemiskinan seperti; janda sebanyak 104 orang, cacat fisik sebanyak 30 orang cacat mental sebanyak 4 orang, anak yatim/piatu sebanyak 74 orang, serta duda sebanyak 11 orang.

Kearifan Lokal

Sebagai negeri adat, Negeri Rumahtiga memiliki kekuatan kearifan lokal yang dapat diandalkan dan dihargai sebagai kekuatan untuk membangun masyarakatnya. Hubungan pela gandong yang terbangun dengan negeri-negeri adat yang terjalin selama ini menjadi kekuatan besar dalam saling membantu dan menghormati untuk dijaga dan dilestarikannya.

Kekuatan-kekuatan kultur dalam hubungan gandong memiliki nilai yang sangat sakral dan tetap dilestarikan serta dihormati seperti hubungan adik kakak (gandong) dengan Negeri Amahusu, Tial dan Hualoi adalah bagian dari proses kehidupan bermasyarakat sebagai masyarakat adat yang saling membantu dan menolong dalam kondisi maupun situasi apapun.

Share This