Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup

Prasaranan dan sarana perhubungan memiliki korelasi yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan pembangunan di Negeri Laha. Sektor ekonomi produktif yang diusahakan oleh masyarakat seperti perkebunan, perikanan maupun potensi pariwisata perkembangannya sangat ditentukan oleh tersedianya ifrastruktur yang memadai seperti prasaranan dan sarana jalan yang berkualitas serta fasilitas pelengkap lainnya.

Kualitas lingkungan hidup yang menunjukkan banyak perubahan sebagai dampak dari perubahan iklim global juga berdampak terhadap kondisi lingkungan di Negeri Laha seperti, seperti meluasnya lahan kritis di bagian Utara, longsor pada ruas jalan Tani dan n ancaman abrasi di pesisir pantai yang terus meningkat.

Prasarana Jalan, Darainase dan Gororng-Gorong

Untuk menghubungkan Negeri Laha dengan negeri-negeri sekitarnya telah tersedia infrastruktur jalan yang cukup memadai, namun kualitas permukaannya sudah sangat menurun. Selain jalan utama, juga tersedia jalan-jalan lingkungan yang yang digunakan masyarakat untuk melakukan aktivitas keseharian.

Total panjang jalan baik jalan utama maupun jalan lingkungan di Negeri Laha adalah 4.000 M, terdiri dari jalan utama 5.000 M dengan perkerasan aspal Hot Mix dan kondisi rusak ringan 300 M dan baik 4700 M, jalan lingkungan 7.000 M dengan perkerasan aspal Hot Mix dan kondisi rusak ringan 3.000 M, serta jalan setapak sepanjang 700 M merupakan jalan tanah dan kondisi rusak berat 300 M serta rusak ringan 150 M.

Infrastruktur lain yang juga tersedia yakni drainase/saluran sepanjang 1.500 M dalam kondisi rusak berat, gorong-gorong 40 M, jembatan 400 M, serta talud sepanjang 450 M. Tabel II.6 menggambarkan kondisi infrastruktur jalan dan bangunan pelengkap di Negeri Laha.

Tabel II.6; Panjang Jalan dan Bangunan Pelengkap serta Kondisinya

NoJenis BangunanPanjang
(Km)
Jenis PerkerasanKondisi
Tanah
(Km)
Aspal
(Km)
Beton
(Km)
Rusak
Berat
(Km)
Rusak
Ringan
(Km)
Baik
(Km)
1Jalan Utama5,0-5,0--0,34,7
2Jalan Lingkungan7,0-7,0--3,04,0
3Jalan Setapak0,7--0,70,30,150,25
4Jembatan40 M---40 M--
5Drainase/Saluran1,5--1,51,0-0,5
6Gorong-Gorong40 M--40 M-15 M25 M
7Talud 450 M--450 M300 M-150 M

Sumber; Pemerintah Negeri Laha

Sungai

Ada 3 sungai yang melintasi Negeri Laha dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan sehari-hari mencuci pakaian dan sebagian masyarkat menggunakan sebagai sumber air bersih. Namun pada musim penghujan air sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga khususnya pada RW 004 , RW 005 dan RW 006, Karena belum tersedia talud penahan banjir.

Tembok Penahan Ombak

Pesisir Negeri Laha dengan panjang pantai mencapai 3,5 Km, yang berhadapan langsung dengan laut Banda pada musim obak tingkat abrasi air laut sangat tinggi pada lokasi-lokasi tertentu yang mengancam pemukiman penduduk dan ruas jalan. Selama ini untuk mengatasi abrasi, Pemerintah Kota Ambon telah membangun talud penahan ombak sepanjang 450 M, namun dan akibat perubahan iklim global yang menyebakan hantaman ombak (kualitas dan kwantitas) terus meningkat berakibat pda rusaknya talud pantai sepanjang 60 M.

Air bersih

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Negeri Laha memanfaatkan sumur dangkal (parigi), sumur bor dan air sungai yang diusahakan oleh masing-masing keluarga. Kendala utama dalam pemanfaatan suber air baik air tanah maupun air sungai adalah pada saat musim kemarau ketiga sumber matair tersebut mengalami penurunan debit air sangat dratis enyebabkan masyrakat mengalami kesulitan dalam memnuhi air bersih. Begitu pula untuk masyarakat yang memanfaatkan air sungai pada musim penghujan akan mengalami kendala air sungai yang keruh sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.

Menyadari kondisi ini Pemerintah Negeri Laha berencana untuk menegmbangkan sistim pelayanan air bersih dengan membangun sistim instalasi air bersih yang dapat melayani seluruh masyrakat Negeri Laha .

Lingkungan hidup

Lahan kritis bertambah, longsor, abrasi pantai dan ancaman banjir akibat eluapnya sungai merupakan dampak dari pengelolaan lingkungan yang kurang memparhatikan keseimbangan dalam proses pembangunan selain dampak dari perubahan iklim global seperti, pergeseran musim hujan dan panas yang tidak menentu, banjir, tanah longsor dan lain-lain. Menyadari Fenomena perubahan alam secara global yang juga dirasakan di Negeri Laha, maka pemerintah bersama masyarakat negeri Laha dalam program-program pembangunan berupaya untuk mengurangi dan mengatasi dampak negatif adalah dengan merencanakan programprogram berwawasan lingkungan yang dapat memberi manfaat terhadap masyarakat segaligus meningkatkan kwalitas atau daya dukung lingkungan.

Share This