Bidang Ekonomi

Pembangun desa/negeri akan semakin menantang di masa depan dengan kondisi perekonomian daerah yang semakin terbuka dan kehidupan berpolitik yang lebih demokratis. Akan tetapi des/negeria sampai saat ini belum beranjak dari profil yang lama yakni terkebelakang dan miskin. Meskipun banyak pihak mengakui bahwa desa/negeri mempunyai peran yang besar bagi kota, namun tetap saja desa masih dipandang rendah dalam hal ekonomi ataupun lainnya. Meskipun masih tertinggal namun negeri-negeriyang ada di pulau Ambon pada dasarnya memiliki potensi sumberdaya alam yang berlimpah tetapi belum dikelola secara baik karena terbatasnya kapasitas sumberdaya manusia untuk mengembangkannya dan teknologi tepat guna adalah modal utama dalam mendorong pemabangunan ekonomi masyarakat di negeri. Dengan tidak mengabaikan potensi sumberdaya alam lainnya, ternyata sumberdaya alam yang sangat potensial dan unggul di Negeri Laha adalah sektor perkebunan, perikanan dan pariwisata. Dinamika kehidupan masyarakat diperdesaan umumnya sangat bergantung dari garapan potensi sumberdaya alamnya sebagai kekuatan ekonomi untuk meningkatkan status sosial ekonomi masyarakat di Negeri Laha3

Perkebunan.

Tanaman perkebunan yang banyak diusahakan oleh masyarakat Negeri Laha sangat variatif dan yang sangat menonjol adalah coklat, cengkih, pala, kelapa, langsat, Usaha ini berkembang cukup baik karena sebagai sumber pendapatan utama masyrakat yang telah dilakukan secara turun temurun, karena ditunjang dengan prospek pasar yang cukup baik. Dari luas wilayah daratan di Negeri Laha , yang dimanfaatkan untuk usaha perkebunan seluas 100 Ha, yang dimanfaatkan untuk tanaman Coklat seluas 50 Ha, dengan hasil produksi pertahun sebanyak 10 ton, tanaman cengkih seluas 40 Ha, dengan hasil produksi pertahun sebanyak 7 ton, tanaman Pala seluas 2 Ha, dengan hasil produksi pertahun sebanyak 0,5 ton, tanaman kelapa seluas 2 Ha dengan produksi pertahun 0,5 ton, dan tanaman Langsat seluas 1 Ha, dengan hasil produksi pertahun 0,5 ton, Selain kelima jenis komoditi unggulan tersebut, masih ditemui tanaman perkebunan lainnya seperti Durian, Mangga,Rambutan dan Jambu Mete, dengan luas areal usaha 5 Ha, dan hasil pertahun 3,5 ton.

Dengan sisitim budidaya tanaman perkebunan yang masih sedehana tanpa ada upaya intensifkasi dimana rata-rata tanaman telah mencapau umur 40 tahun, meyebabkan tingkat produksi tanaman-tanaman perkebunan dari tahun-ketahun mengalami penurunan. Dengan kondidi tanaman perkebunan seeperti ini maka upaya yang perlu segerla dilakukan oleh adalah intensifikasi tanaman untuk meningkatkan mutu tanaman perkebunan dari berbagai aspek sitim budidaya sehingga dapat mendorong peningkatan produksi (kualitas dan kwantitas). Pada tabelII. 2 terlihat dengan jelas gambaran usaha budidaya tanaman perkebunan berdasarkan jenis terhadap hasil produksi tanaman per luasan area per pertahun.

Tabel II. 2: Jenis Tanaman Perkebunan Menurut Luas Lahan Serta
Jumlah Produksi Pertahun

NoJenis Tanaman PerkebunanLuas Lahan Usaha
(Ha)
Produksi Per tahun
(Ton)
1Coklat 5010
2Cengkih407
3Pala20,5
4Kelapa20,5
5Langsat 10,5
6Durian 11
7Rambutan 31
8Mangga0,52
9Jambu Mete 0,51

Sumber; Pemerintah Negeri Laha

Perikanan

Negeri Laha memiliki wilayah perairan laut dengan potensi sumberdaya ikan dan jenis-jenis potensi perikanan laiinya cukup melimpah dan merupakan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan masyarakat. Kelimpahan potensi perikanan ini disebabkan karena perairan laut Negeri Laha langsung berhubungan dengan laut Banda yang memiliki kaya akan sumber daya ikan, kondisi ini dapat dirasakan oleh nelayan dengan berlimpahnya hasil penangkapan berbagai jenis ikan ekonomis penting sepanjang tahun.

Jenis ikan dan biota laut yang banyak ditemui di perairan laut Negeri Laha antara lain; ikan Kawalinya, ikan Lema, Momar dan Bubara . Tersedianya kekayaan dan keanekaragaman potensi kelautan dan perikanan ini karena ditunjang oleh pola pemanfaatan sumberdaya perairan yang cukup baik serta kondisi terumbu karang yang masih terpelihara. Potensi perairan di sekitar laut Negeri Laha belum dikelola secara optimal, kegiatan penangkapan ikan masih menggunakan peralatan sederhana (tradisional) berupa pancing biasa dan jaring tangkap ditunjang dengan perahu semang serta longboat. Dengan menggunakan peralatan yang masih tradisional sehingga hasil tangkapan belum maksimal untuk meningkatkan pendapatan Rumah Tangga Nelayan. Kegiatan penangkapan dan pengelolaan perikanan dilakukan oleh 200 orang, yang tergabung dalam 10 kelompok nelayan.

Pariwisata

Potensi sumberdaya alam ditunjang dengan pelestarian adat istiadat dan budaya yang menjadi kearifan lokal dan tetap dipelihara memiliki keunggulan sebagai “Ikon” destinasi pariwisata bagi Kota Ambon. Keindahan bawah laut di seputar perairan Negeri Laha dengan goa laut, terumbu karang yang terpelihara serta beberapa jenis biota laut menjadi daya tarik untuk dikembangkan sebagai wisata bahari. Pesisir pantai yang memiliki panorama yang indah sangat menarik untuk ditawarkan kepada sektor swasta menanam investasi.

Even pariwisata yang juga sudah menjadi agenda tahunan dan cukup menarik minat masyarakat adalah Diving. Keunggulan potensi sumberdaya alam dan beberapa even budaya lainya dikembangkan dan dikelola secara baik dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan berkontribusi bagi pembangunan di Negeri Laha.

Pertanian

Kegiatan budidaya pertanian yang dilakukan oleh masyarakat saat ini lebih bertujuan dikonsumsi sendiri untuk memenuhi kebutuhan gizi harian keluarga. Jenis tanaman pangan yang paling banyak dibudidayakan adalah tanaman singkong. Untuk jenis tanaman hortikultura dan sejenisnya meskipun belum dikembangkan secara baik meskipun tersedia potensi untuk dikembangkan terutama ketersediaan lahan, hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan masyrakat yag terbatas tentang teknik budidaya tanaman pertanian, tidak tersedianya tenaga penyuluh dan keterbatasan akses terhadap sarana-sarana produksi pertanian.

Usaha Kecil dan Mikro (UKM)

Perkembangan sektor Usaha Kecil dan Mikro (UKM) meskipun belum terlalu menonjol namun cukup memberikan peluang untuk menciptakan lapangan kerja meskipun dalam jumlah yang terbatas. Kegiatan Usaha Kecil dan Mikro nampaknya masih dilakukan secara perorangan dan dengan manajemen pengelolaan sederhana seperti usaha kios/pondok sebanyak 10 buah, pemilik usaha ojek 8 orang, usaha angkutan umum 1 orang.

Mata Pencaharian

Meskipun sangat variatif, namun mata pencaharian pokok masyarakat Negeri Laha lebih banyak bergerak di sektor perikanan dan perkebunan, jasa dan perdagangan. Meskipun disamping jenisjenis pekerjaan lain baik dalam mengelola usaha-usaha ekonomi produktif seperti usaha kios/pondok, papalele, transportasi umum dan ojek, juga ada berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), buruh bangunan, karyawan swasta serta pension PNS. Dari jumlah usia angkatan kerja yang tersedia di Negeri Laha sebanyak 328 orang, ternyata 87% memiliki pekerjaan tetap sesuai profesinya, sedangkan sisanya sebesar 13% tidak memiliki pekerjaan tetap. Komposisi mata pencaharian masyarakat terdiri dari; Pegawai Negeri Sipil sebanyak 220 orang (5 %), wiraswasta sebanyak 100 orang (2,3%), pekerja bangunan/buruh lepas sebanyak 823 orang (18,8%), petani sebanyak 658 orang (15 %), nelayan sebanyak 1.151 orang (26,2%), pemilik ojek sebanyak 45 orang (1%), TNI/Polri sebanyak 11 orang (0,25%), pensiun PNS sebanyak 10 orang (0,2%), karyawan swasta/perusahaan sebanyak 317 orang (7,2%), Mamalele sebanyak 60 orang (1,36%), pemilik kios sebanyak 20 orang (0,46%). Bidan /Tenaga Medis lainnya sebanyak 6 Orang (0,13% ),Pengemudi Mobil/lainnya sebanyak 28 Orang (0,63%), Pelajar/ Mahasiswa sebanyak 494 Orang (11,3% ) Ibu Rumah Tangga sebanyak 295 Orang (6,7%), Guru/Dosen sebanyak 12 Orang (0,27%), belum bekerja /tidak bekerja sebanyak 137 orang (3,12%). Tabel II.3 secara jelas menggambarkan komposisi mata pencaharian utama masyarakat Negeri Laha kondisi tahun 2015.

Tabel II.3 : Penduduk Menurut Mata Pencaharian

NoJenis PekerjaanJumlah (orang)
1Petani658
2Nelayan1.151
3Pedagang/Wiraswasta100
4Pegawai Swasta317
5Pensiunan10
6Guru/Dosen12
7TNI/Polri11
8Wiraswasta/Papaalele60
9Pengusaha/Kios20
10Ibu Rumah Tangga295
11Pelajar/ Mahasiswa494
12Buruh/Buruh Lepas823
13Bidan/Tenaga Medis Lain6
14PNS220
15Ojek45
16Pengemudi Mobil/Lainnya28
17Belum/Tidak Bekerja137
Jumlah4.387

Sumber: Pemerintah Negeri Laha

Pendapatan Masyarakat

Struktur pendapatan riil masyarakat sangat tergantung dan dipengaruhi oleh mata pencaharian anggota masyarakat. Dengan memiliki mata pencaharian yang jelas sangat berpengaruh pada pendapatan masyarakat atau keluarga. Tabel II.4, adalah gambaran secara umum tingkat pendapatan rata-rata keluarga per bulan sampai dengan tahun 2014, yang diklasifikasi menurut besar pendapatan, yakni; Rp.100.000,- sampai dengan Rp.500.000,- sebanyak 456 KK, Rp.501.000,- sampai dengan Rp.1.000.000,- sebanyak 386 KK, Rp.1.001.000,- sampai dengan Rp.2.000.000,- sebanyak 178 KK, Rp.2001.000,- sampai dengan 4.000.000,- sebanyak 49 KK, dan ≥ 4.000.000,- sebanyak 28 KK.

Tabel II.4 : Rata-Rata Pendapatan Keluarga Per Bulan Tahun 2015

NoRata-Rata Pendapat per Bulan
(Rp.)
Jumlah (KK)Ket.
1100.000 – 500.000456
2500.100 – 1.000.000386
31.001.000 – 2.000.000178
42.001.000 – 4.000.00049
5≥ 4.000.00028
Jumlah1.097

Sumber; Pemerintah Negeri Laha

Share This